Masyarakat Giriwoyo Ultimatum Pemborong

0 48

WONOGIRI-Kesabaran masyarakat Giriwoyo belum habis. Mereka memberikan kesempatan sekali lagi agar panitia dan pelaksana proyek pembangunan tower penangkap siaran televisi Stasiun Bumi Kecil (SBK) dan pembangunan Tugu Batas Kota (TBK) diselesaikan secara baik. Jika sampai akhir Desember 2010 ini belum juga kelar, masyarakat memastikan akan mengulitimatum pemborong.

Pertama pemborong diminta mengembalikan uang pembayaran tahap pertama sekira Rp.35 juta. Kedua melaporkan perkara itu ke pihak kepolisian. “Masyarakat masih memberikan toleransi. Kalau mau diselesaikan baik baik?, silahkan dating ke Giriwoyo. Bicarakan dengan Kecamatan dan panitia. Kalau memang tidak sanggup mengerjakan tolong kembalikan uangnya. Tapi kalau tidak mau dating terpaksa saya laporkan secara hokum,” ujar Kepala Desa Tukul Rejo, Selasa (21/12). Perlu diketahui, Kentut dalam kepanitiaan SBK sebagai wakil Ketua Panitia. Ketuanya Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecaamtan Giriwoyo.

Wakil Ketua mengaku tidak tau dimana uang pungutan itu.

Sedang sekretarisnya adalah Sekcam Giriwoyo Heri Indriastiyono. Sedankan penanggungjawabnya adalah Camat Giriwoyo, Sunyoto. Kenthut tetap berharap perkara itu selesai secara baik. Harapannya uang pungutan milik warga bisa kembali. Kentut menambahkan, pemborong pernah berjanji siap mengembalikan jika proyek gagal terlaksana. Sebagai upaya menyelesaikan perkara ini, Kentut telah berulang kali menghubungi pihak pemborong. Namun sejauh ini selalu gagal. Upaya lain Kentut merencanakan akan melacak pemborong yang berinisial Wd. Perusahaan tersebut menurut kentut adalah perusahaan Multimedia berkantor di Solo Raya.

Kentut merasa beban moral jika tidak turut membantu menyelesaikannya. Seperti diberitakan, mayoritas (70 %) warga Giriwoyo menggugat dan menuntut agar iuran Rp.7 ribu per Kepala Keluarga (KK) melalui Kepala Desa dan Kecamatan, dikembalikan ke warga. Jika tidak dikembalikan warga mengancam berunjukrasa dan memerkarakan ke meja hijau. Warga kecewa uang pungutan yang rencananya untuk mendirikan Stasiun Bumi Kecil (SBK) penangkap siaran televise dan Pembangunan Tugu Batas Kota (TBK) tidak terlaksana, padahal proyek itu digagas sejak awal Agustus silam, menjelang Piala Dunia 2008. Diperoleh data penduduk Giriwoyo yang telah membayar iuran ada 9.677 KK, dikalikan Rp.7 ribu, jumlahnya Rp.67.739.000,-. Ditambah iuran Rp.1 Juta dari 16 Kades, iuran rumah/warung makan/tempat usaha dan sekolah dll. (bsr)

error: Content is protected !!