Lima Keluarga Batuwarno Mengungsi

0 38

WONOGIRI-Ada lima Keluarga di Dusun Senggolan, Desa Sendangsari, Kecamatan Batuwarno, mengungsi. Sebab mereka takut rumahnya terancam bahaya longsor. Bahkan tanah milik Kateman dan Sumijem telah melorot longsor, beruntung tidak ada korban jiwa.

Parjo, warga setempat, melaporkan pergerakan tanah itu terjadi sejak Minggu (12/12) silam. Kian hari kian terasa, hingga akhirnya warga memilih mengungsi, Rabu (15/12). “Sekarang terus bergerak. Tanahnya rekah. Rumah Kateman sudah ambruk,“ katanya, by phone.

Penyebab bergeraknya tanah akibat hujan berkepanjangan saban hari. Di dekat rumah Kateman, ada beberapa rumah lain. Yaitu milik Satini, Warto, Tukino, dan Yatimin. Semua anggota keluarganya telah mengungsi. Dia berharap pemerintah turun membantu.

Kasi Trantib Kecamatan Batuwarno Tarno mengatakan warga dan perangkat desa telah bekerja bhakti membantu merelokasi rumah Sumijem dan Kateman. Rencana akan dipindahkan ke tanah kas Desa. “Rencana direlokasi ke tanah kas Desa. Lainnya memilih mengungsi dan akan kembali ke rumahnya,” katanya.

Di wilayah lain, bencana hujan deras mengakibatkan jalan aspal penghubung Kota Kecamatan Batuwarno dengan Desa Sendangsari, Batuwarno amblas sedalam 1 meter. Jalan aspal penghubung Desa Sendangsari dan jalan rabat beton juga putus total karena tergerus air hujan.

Di Nguntoronadi, ada dua jembatan antar desa rusak berat akibat banjir. Yaitu jembatan penghubung Dusun Glotho dengan Dusun Bolo di Desa Bulurejo dan jembatan penghubung Kelurahan Kedungrejo dengan Desa Bulurejo, di Dusun Karasan, Desa Bulurejo. Jembatan itu retak sudah cukup lama. Puncaknya rusak karena banjir besar kemarin. Sebagian bangunan jembatan itu runtuh. Kini jembatan itu hanya bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.

Badan jalan penghubung antara Desa Kulurejo dengan Desa Semin di Dusun Tempursari, Desa Semin juga longsor. Kini jalan tersebut tidak bisa dilalui mobil.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri Suharno mengatakan sudah kehabisan dana untuk membantu korban bencana alam. “Yang kami punya tinggal beras satu ton. Lauk pauknya akan kami mintakan ke provinsi,” katanya. (bsr)

error: Content is protected !!