Bupati Danar Tidak Mau Terlibat Kirab Pusaka & Jamasan Pusaka (

2 58

WONOGIRI-Bupati Wonogiri Danar Rahmanto memastikan tidak akan terlibat langsung dalam kegiatan budaya Kirab Pusaka dan Jamasan Pusaka yang rencananya akan digelar Minggu (19/12) besok di Wadug Gajah Mungkur Wonogiri. Tidak hanya Bupati, jajaran Muspida dan jajaran Kepala Dinas juga direncanakan tidak akan terlibat langsung pada iven tahunan itu.

Inilah salah satu perbedaan agenda budaya Wonogiri saat ini dengan tahun tahun sebelumnya. Kepastian ketidakterlibatan Bupati dan pejabat Muspida terungkap dalam rapat kordinasi panitia kirab pusaka dan jamasan pusaka Wonogiri 2010, di ruang data Setda Pemda Wonogiri, Jumat (17/12).

Belum diketahui alasan pasti apa yang melatarbelakangi Bupati Danar dan pejabat Muspida dan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD). Namun diperoleh kabar, Bupati Danar dan jajaran Muspida tetap akan menghadiri acara tradisi Jawa, Mangkunegaran itu. Danar akan memerankan diri sebagai tamu kehormatan sekaligus penonton. Panggung kehormatan akan didirikan di kanopi Pasar Kota Wonogiri. Pun para pejabat SKPD, bukan sebagai pejabat melainkan sebagai anggota masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Bambang Haryadi menjelaskan seremoni ruwatan dan jamasan tetap dilaksanakan. “Bupati, Pejabat Muspida dan SKPD tidak terlibat langsung pada acara kirab, jamasan maupun ruwatan pusaka,” tutur Bambang.

Menurut Bambang, semua proses kirab, jamasan dan ruwatan akan dilaksanakan oleh Himpunan Keluarga Mangkunegaran (HKMN). “Bupati hanya menyaksikan kirab dari panggung kehormatan, juga pejabat lainnya,” lanjutnya.

Bambang menyakini Kirab pusaka akan lebih meriah dari pada tahun lalu. Potensi budaya di 25 kecamatan di Kabupaten Wonogiri akan pertontonkan. Tim seni dan budaya dari Subosukawonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri , Sragen dan Klaten) turut diundang dalam kirab. Ada lagi kirab Solo Batik Carnival dan mahasiswa ISI Surakarta.

Kirab akan menampilkan 47 bentuk peserta seni pertunjukkan termasuk kelompok pecinta mobil VW dan Corona. Pun kirab dari keraton. Prosesi penyerahan pusaka dari Kecamatan Selogiri dan Girimarto tetap akan dilaksanakan di pendapa rumah dinas Bupati. Namun yang menerima bukan bupati melainkan dari pihak Mangkunegaran. Lalu dikirab menuju Lapangan Sukorejo dilanjutkan ke obyek wisata Waduk Gajah Mungkur untuk dijamas.

Seperti diberitakan, hengkangnya agenda budaya dari Kabupaten menimbulkan pro-kontra, menyusul kebijakan bupati baru Danar Rahmanto yang menggantikan Begug Poernomosidi. Kebijakan baru ritual budaya, seperti ritual larung sesaji kepala sapi tlah diganti dengan kepala ayam dan hasil bumi di Pantai Sembukan Paranggupito. Bupati Danar juga berkeinginan tradisi budaya lain yang berbau mistik diminta dihilangkan. Danar juga tidak akan mengagendakan budaya berbau mistis selama dia menjabat. Namun bila masyarakat tetap menyelenggarakan tidak dilarang. (bsr)

error: Content is protected !!