Status Hubungan RSU SMS VS Apotik Bhakti Farma Terungkap

0 120

GGLINK-NEWS-WONOGIRI-Hubungan Apotik Bhakti Farma (ABF) Wonogiri dengan BLUD RSU dr Soediran Mangun Sumarso terbongkar, menyusul kepindahan ABF dari gedung RSU SMS baru baru ini. ABF berpindah dari lahan RSU SMS setelah Wakil Ketua DPRD Wonogiri Tinggeng menyoroti status penempatan ABF di lahan RSU SMS.

Kini Kantor ABF menempati kontrakan baru di Jl A Yani Giriwono Wonogiri atau tepatnya sisi timur bangjo Giriwono, kontrakan baru itu disewa Rp.50 juta perlima tahun atau Rp.10 juta pertahun. Lahan tersebut bukan lagi milik pemerintah atau milik RSU SMS, melainkan milik perorangan. Tetapi ironis, ABF saat menempati lahan RSU SMS hanya menyewa Rp.50 ribu perbulan atau Rp.600 ribu pertahun, dan itu telah berlangsung selama 8 tahun lebih.

Kamis (18/11) kemarin, Humas RSU SMS Wonogiri sudah berusaha dikonfirmasi wartawan ini, namun pihak Humas RSU SMS belum berkenan memberikan penjelasan. Alasannya mereka baru menjabat Humas RSU SMS dan Bina program belum lama ini. Menurut mereka ABF berdiri di bawah lembaga usaha Koprasi Bhakti Wonogiri.

Koperasi Bhakti dikelola oleh para karyawan RSU SMS (waktu itu RSUD Wonogiri). ABF dipimpin oleh Indra Dwi Cahya. Sedangkan Manajer Koperasi Bhakti Nadalah Nurjadid. Sayang dr Indra Cahya tidak berhasil dikonfirmasi di kantornya.

Terpisah, Nurjadid membenarkan, ABF dipersoalkan oleh anggota DPRD Wonogiri, alasannya karena menempati lahan milik pemerintah daerah tepatnya di lahan RSU SMS. Namun Nurjadid menegaskan bahwa penempatan lahan RSU oleh ABF sudah legal. “Kami menempati lahan di RSU sudah sesuai prosedur atas rekomendasi bupati,” tandasnya.

Dibeberkan Nurjadid, kronologisnya, embrio ABF adalah Koperasi Bhakti, berdiri sejak tahun 1996. Pada tahun 2002 berdiri ABF menempati lahan halaman dalam RSU. Tahun 2003 ABF pindah ke halaman depan RSU sisi timur. “Tetapi ABF menempati lahan itu karena dapat ijin tertulis dari Bupati. Kita menyewa Rp.50 ribu perbulan,” jelas Nurjadid.

Nurjadid meriwayatkan, saat itu, anggaran belanja obat di RSUD terbatas dan sering kehabisan stok sebelum tahun anggaran baru turun. Karena itu, para karyawan RSU menangkap berinisiatif mendirikan ABF. “Waktu itu ada kebijakan dari Bupati, yang saat itu getol getolnya menggairahkan koperasi di Wonogiri,” pungkasnya.([email protected])

error: Content is protected !!