Pelantikan Bupati Wonogiri 2010-2015

1 129

infowonogiri.com-WONOGIRI-Masyarakat Wonogiri punya pemimpin baru, muda lagi. Pasangan H. Danar Rahmanto dan Yuli Handoko, SE dilantik secara resmi menjadi Bupati-Wakil B Wonogiri periode 2010-2015, pada acara rapat paripurna istimewa pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri masa jabatan 2010-2015 di pendopo rumah dinas Bupati, Senin (1/11).

Pelantikan oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Bibit Waluyo atas nama Presiden RI dan Menteri Dalam Negeri. Dihadiri 2000an tamu undangan. Pejabat Rombongan Gubernur Jawa Tengah, Muspida Pemkab Wonogiri, Bupati/Walikota Se-Soloraya, DPRD I Jawa Tengah dan DPRD II Wonogiri, tokoh agama dan tokoh masyarakat dan pelaku usaha.

Tokoh politik regional dan nasional tampak hadir. Ada Amien Rais, Guruh Soekarno Putra, Oemarsono, mantan Gubernur Lampung yang juga pernah menjabat Bupati Wonogiri. Pengurus NU Razak Rais, Ketua FPAN DPR RI Catur Sapta Adi, Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan, dan pengurus dan anggota Pakari dan Paketri Leles Sudarmanto dan Sarnen Sujarwadi.

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD II Kabupaten Wonogiri, Wawan Setyo Nugroho. Pembacaan SK Mendagri No. 131.33-825 2010 tentang pengesahan pemberhentian dan pengesahan pengangkatan Bupati Wonogiri, serta SK Mendagri No. 132.33-826 tahun 2010 tentang pengesahan pemberhentian dan pengesahan pengangkatan Wakil Bupati Wonogiri Propinsi Jawa Tengah.

Bibit menyatakan salut dan bangga Pemilukada 2010 berjalan demokratis dan kondusif, “Inilah yang kita harapkan, Pemilukada hanya sarana dan mekanisme demokrasi memilih Kepala Daerah. Esensi paling mendasar adalah memilih pemimpin yang legitimasinya dipilih rakyat dan mampu mengemban amanat rakyat,” tuturnya.

Gubernur mengingatkan, Bupati dan Wakil Bupati bukan pangreh praja, melainkan sebagai pamong praja, karena itu, Bupati dan Wakil Bupati sebagai Pemimpin harus bisa menjadi teladan dan menempatkan diri sebagai Komandan, Bapak, Sahabat, Guru dan Pelatih yang baik bagi masyarakat Wonogiri. Gubernur juga berpesan agar Danar dan Yuli bisa membuktikan kinerja yang lebih baik, bekerja keras, kerja cerdas, kerja cermat dan kerja Ikhlas.

Antara Bupati dan Wakil diminta akur demi kemaslahatan umat. Tidak saling bermain sandiwara berusaha saling menjatuhkan. Nomor satu yang nomor 1. Nomor dua itu bukan nomor satu. Nomor satu itu kepala. Nomor dua itu leher. Leher itu tidak punya mata, telinga, mulut, dan hidung. Leher itu tugasnya menyangga kepala. “Yang namanya nomor dua bener saja dipaido, apalagi salah, tambah dipaido,” katanya.

“Bupati kita ini masih muda. Baru 31 tahun. Paham yo mas yo. Mengko ditinggal dolan. Pemimpin itu harus loyal. Loyal ke atas, ke bawah dan ke samping. Seperti saya tadi ditilpun presiden, jenenegan tak tinggal orang popo,” katanya. Sekedar tahu, Bibit saat sedang menyampaikan sambutan tiba tiba dia ditilpun oleh presiden SBY. Spontan sambutannya dihentikan selama 7 menitan. Setelah itu dilanjutkan wejangan lain yang lebih dalam. (bsr)

error: Content is protected !!