Petani Kebonagung Panen Padi Organik

0 102

infowonogiri.com-WONOGIRI-Wilayah Pemerintahan Desa Kebonagung Kecamatan Sidoharjo mempunyai lahan pertanian padi seluas lebih dari 60 Hektar. Sebagian kecil, sekitar 10 hektran lahaan pertanian di sana ditanami dengan padi organik. Sementara sebagian banyak, 50 hektaran lahan pertanian setempat ditanami padi non organik.

Mulai musim tanam tiga bulan lalu, baik petani padi organik maupun non organik nyaris secara bersamaan menanam padi. Namun tanaman padi organik bisa menikmati hasil panen lebih awal. Sedangkan tanaman padi non organikbelum waktunya dipanen. Sebagian petani organik mulai memanen hasilnya, Kamis (15/10).

Kepala Desa Kebonagung Bagyo Suranto merasa bangga ada sebagian petani di wilayahnya yang peduli dan giat bertani padi secara organik. Bagyo berharap, petani organik di wilayahnya terus bertambah banyak. Sebab menurutnya beras dari padi organik jauh lebih enak dan tahan lama. “Kami berencana menggerakan petani lain kimia agar beralih ke pupuk organik,” kata Bagyo.

Di tempat yang sama Ketua Gapoktan Dusun Godokidul, Sugeng Trisno dan Sukidi anggota Gapoktan Sumberejo Kebonagung menceritakan, sesungguhnya, petani setempat sudah menggunakan pupuk organic sejak dulu kala. Namun kemudian terputus.

Baru kemudian pada tahun 1995 petani setempat kembali ke Pupuk Organik hingga saat ini. Hanya saja hal itu kurang disosialisasikan kepada petani lain. Petani laian lebih memilih bertani dengan pupuk kimia. “Kami diantara petani yang tetap bertahan dengan pupuk organik. Biayanya lebih murah, panennya tetap melimpah,” kata Sakidi dan Sugeng Trisno.

Selama ini, dalam memperoleh pupuk organik memang relatif sulit, jika petani hanya mengandalkan mendapatkan pupuk organik dengan cara membeli. Dia menyarangkan agar petani giat memproduksi pupuk organik. Bahan pupuk organik ada di sekitar tempat para petani tinggal.

Pupuk organik, bisa diproduksi dengan kotoran sapi atau lembu, dan air kencingnya. Lalu kotoran sapi itu dikumpulkan dan diaduk dengan rajangan damen, merang (kulit padi/sekam), katul dan zat mikroba. Semua bahan tersebut diaduk lalu ditutup dan didiamkan beberapa hari. Setelah itu pupuk tersebut siap diterbarkan sebagai penyubur tanaman padi. (bsr)

error: Content is protected !!