Panen Ikan Di Saat Pintu Air Waduk Ditutup

0 82

infowonogiri.com-WONOGIRI-Sungai Bengawan Solo selama ini terkesan tenang namun menghanyutkan. Terutama jika air sungai terpanjang di Pulau Jawa itu sedang penuh, seperti pada saat banjir di musim penghujan atau di saat semua turbin pintu pembuang air Bendungan Serbaguna Waduk Gajah Mungkur (WGM) terbuka.   

Sebaliknya jika musim kemarau dan turbin pintu air tertutup, keangkeran sungai Bengawan Solo hilang. Warga penduduk Wonogiri di sekitar sungai justru girang karena bahagia bisa bermain air di bawah turbin pintu air WGM atau di hulu sungai Bengawan Solo wilayah Wonogiri Kota.

Sebab kedalaman sungai Bengawan Solo berkurang jauh dibandingkan jika turbin pintu air terbuka atau di saat banjir di musim penghujan. Saat kemarau air sungai Bengawan Solo hanya berkedelaman sekira setengah meteran saja atau paling dalam sepinggang orang dewasa, kecuali di lokasi kedung.

Mereka tidak hanya bermain air, bahkan mereka bisa memanen ikan air tawar Sungai Bengawan Solo. Seperti dilakukan oleh sejumah warga di Dusun Petir Donoharjo, Lingkungan Kedungringin Kelurahan Giripurwo, Lingkungan Mojoroto Kelurahan Wonoboyo dan lainnya di wilayah Wonogiri Kota.

Alat yang digunakan untuk menangkap ikanpun sangat sederhana, seadanya saja. Misalnya serok dapur, serok ikan, jarring kecil, jala, strom ikan dan lainnya. Meski sederhana namun hasilnya luar biasa, cukup melimpah. Seperti pengalaman Alek warga Wonogiri Kota, kemarin belum lama ini.

Mereka menangkap ikan secara berombongan, namun ada pula yang mencari ikan secara perorangan. Jika perorangan atau individu, hasinya berkisar antara 5kg sampai 10kg. Namun jika dilakukan secara tim dua sampai tiga orang, hasilnya bisa mencapai 20-25 Kg dari berbagai jenis ikan.

Ikan di Sungai Bengawan Solo yang mudah ditangkap antara lain, udang, betutu, jambal, nila, patin, sogo, wader, bader, mujair, ikan gambas. Ukuran besaran ikan yang ditangkappun bervariasi, mulai sebesar jari sampai sepaha anak anak.

Kebiasaan masyarakat tepi Sungai Bengawan Solo mencari ikan, cukup menjadi perhatian orang lain. Mereka senang menonton warga tepian Sungai Bengawan Solo menangkapi ikan, sebagian memang menunggui ingin membeli hasil tangkapan mereka.

Alasannya karena ikan tangkapan mereka dijual lebih murah dibandingkan dengan hasil tangkapan nelayan, apalagi jika dibandingkan dengan harga di pasaran. Misalnya harga ikan bader hanya dijual Rp.5 ribu /kg. Padahal di pasaran ikan bader seharga Rp.8 – 10 ribu/kg.

Untuk harga ikan patin, di pasaran bisa mencapai sekira Rp.15 ribuan/kg. Sementara nelayan dadakan itu hanya menjual Rp.10 ribuan saja/kg. Namun jangan salah, tidak jarang mereka mencari ikan bukan untuk dijual. Melainkan untuk dinikmati sendiri.

“Waduh mas, sori jek. Ikannya gak saya jual. Lah mbok dituku Rp.100 ribu gak boleh meski tidak ada 3 kilo. Mau takgoreng sendiri mas,” ujar Turiman warga Donoharjo RT 02 RW 02 Wonogiri. (bsr)

error: Content is protected !!