Aksi Warga Jatipurno Tuntaskan Zero Stunting Dengan Bahan Makanan Lokal Yang Murah

INFOWONOGIRI.COM-JATIPURNO-Ayohhhh giatkan kembali menanam tumbuhan lokal yang bermanfaat untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.</p>

Antara lain labu kuning atau waluh, jagung manis, pisang kepok kuning, dan lain lainnya. Contoh buah-buahan tersebut dapat diproduksi untuk makanan bagi anak Balita (Bawah Lima Tahun). Juga sangat bermanfaat bagi orang tuanya (dewasa).

Gerakan itulah yang kini menjadi Program Puskesmas Jatipurno. Dengan topik “GEMA STUNTING”. Yaitu Gerakan Masyarakat Sinergi Tuntaskan Stunting.

Stunting adalah suatu kondisi anak balita yang mengalami gizi buruk dan atau gizi kronis. Indikasinya memiliki tubuh pendek pada anak balita. Indikasi tersebut dapat diketahui mulai pada umur dua (2) tahun.

Kegiatan inovasi Puskesmas Jatipurno dilaksanakan dalam rangka mendukung program Pemda Wonogiri yaitu ZERO STUNTING pada tahun 2024.

Gema Stunting bertujuan mencegah dan menurunkan angka masalah gizi khususnya stunting di wilayah kerja UPTD puskesmas Jatipurno.

Program gizi Puskesmas Jatipurno mengunggulkan penggunaan bahan pangan lokal seperti labu kuning/waluh, pisang kapok, jagung manis untuk diolah menjadi makanan balita.

Harapannya, makanan balita ini dapat disajikan sebagai menu di kegiatan Posyandu dan menjadi contoh ibu ibu dalam membuat makanan untuk balitanya di rumah.

Masalah gizi berhubungan dengan ketersediaan pangan. Karena itu kita ingin memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia melimpah dan harganya terjangkau, untuk diolah menjadi makanan balita yang bergizi dan sehat.

Program Gizi Puskesmas Jatipurno ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa makanan yang sehat tidak selalu mahal, justru bisa kita dapatkan di lingkungan sekitar kita dengan harga yang terjangkau.

Dengan kegiatan ini diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang kekurangan gizi dengan alasan tidak dapat membeli bahan pangan yang bergizi.

Karena pada dasarnya bahan makanan yang bergizi dan hemat sudah tersedia di alam kita, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya.

Kegiatan semacam ini juga dilaksanakan di Desa/Kelurahan lain di wilayah Kecamatan Jatipurno.

Program gizi UPTD Puskesmas Jatipurno sudah bekerjasama dengan Desa agar kegiatan semacam ini dianggarkan dengan dana desa. Dari 9 Desa dan 2 Kelurahan hampir semua telah melaksanakan kegiatan ini.

Semoga kegiatan semacam ini terus berlanjut di tahun tahun berikutnya baik menggunakan anggaran desa/ Anggaran dari UPTD Puskesmas Jatipurno, agar masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Jatipurno semakin sejahtera sehat bebas permasalahan gizi terutama stunting.

Setelah adanya rangkaian kegiatan inovasi Gema Stunting dari UPTD Puskesmas Jatipurno yang dibentuk pada akhir tahun 2019, angka masalah gizi (Stunting) turun 8% secara bertahap, dihitung dari akhir tahun 2019 hingga awal tahun 2022.

Walaupun saat ini angka stunting di Kec. Jatipurno masih tinggi, namun Program Gizi UPTD Puskesmas Jatipurno optimis bahwa angka Stunting akan turun secara bertahap. Diikuti dengan perubahan pola hidup sehat masyarakatnya dan pola pengasuhan balitanya. (Rilis/Suci Wulandari)

Tinggalkan Balasan