Ganti Rugi Pelebaran Jalan Desa Tubokarto – Wonodadi Dipertanyakan

0 739

INFOWONOGIRI.COM-PRACIMANTORO-Ganti rugi Proyek Peningkatan Jalan Desa di Kecamatan Pracimantoro dipertanyakan beberapa warga Desa Lebak Kecamatan Pracimantoro. 

Terutama warga terdampak proyek, yang meliputi Wilayah Dusun Tubokarto (Desa Tubokarto), Dusun Tlogo, Ngalangdowo (Lebak) dan Dusun Wononadi (Desa Wonodadi).

Beberapa warga terdampak menanyakan soal ganti rugi lahan hak milik dan pepohonan, fasilitas umum. Warga juga menuding pemerintah dan pelaksana kurang sosialisasi.

Seperti dikemukakan Paijan warga Rt 01. Tumidi warga Rt 02, dan Ny Sukamto warga Rt 01, ketiganya warga se Rw 06 Dusun Ngalangdowo Desa Lebak. 

Mereka bertiga mengatakan belum pernah diajak sosialisasi. “Kapan ada sosialisasi, apa buktinya,” kata Ny Sukamto didampingi suaminya Sukamto. 

Menurutnya, sebelum proyek dimulai,  disoslisasikan dahulu. Proyek jalan dibangun dari dana rakyat. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Jangan malah membingungkan warga. Ganti rugi lahan bagaimana? Lahan berkurang, sertifikat dan pohon-pohon yang dirobohkan bagaimana?” tanya Ny. Sukamto. 

Joko Setiono selaku pelaksana proyek mengatakan, proyek itu dikerjakan oleh PT Samudra Indah Raya Pacitan Jatim selaku pemenang lelang. Konsultan ditunjuk CV Karya Mandiri Semarang. Proyek telah dimulai sejak Kamis (7/11/19) lalu. 

Sepengetahuannya, tidak ada ganti rugi lahan dan pepohonan bagi warga terdampak. Soal sosialisasi juga bukan tanggungjawabnya. “Ini jalan desa yang ditingkatkan menjadi jalan kabupaten. Setahu saya tidak ada ganti rugi lahan dan pepohonan. Sosialisasi juga lepas dari pelaksana proyek,” kata Joko Setiono.  

Sementara Kepala Dusun Ngalangdowo, Ida mengantakan, wacana proyek muncul sejak 2018 lalu. Sebulan lalu sudah diinformasikan proyek segera dikerjakan. “Sudah ada sosialisasi, bukti WA masih saya simpan. Soal tidak ada ganti rugi lahan dan pohon, warga bisa menerima. Kalau warga mempertanyakan, langsung ke Pak Kades saja,” katanya. 

Terpisah, Calon Kades terlantik, Sudarno berpendapat, wacana proyek muncul sejak Sarasehan bersama Bupati Wonogiri di Dusun Suko beberapa tahun lalu. “Saya kira itu hanya miskomunikasi saja. Senin malam sudah diselesaikan,” katanya. (baguss).

error: Content is protected !!