Kasus Prona : Mantan Camat Dan Sekcam Tirtomoyo Resmi Ditahan

0 4.555
Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Wonogiri dan Kasi Pidsus memamerkan barang bukti kasus korupsi Prona | Foto Istimewa

INFOWONOGIRI.COM-KOTA-Setelah tertunda dua tahun lebih, akhirnya tiga tersangka kasus korupsi Program Nasional (Prona) resmi ditahan, kemarin di Rutan Wonogiri.

Tiga tersangka penyertifikatan tanah masal itu adalah Joko Prihartanto (49) dan Widodo (52), serta Nur Kholis (47). Joko saat itu menjabat Camat Tirtomoyo, Widodo Sekcam dan Nur Kholis Staf di Kecamatan Tirtomoyo.

Joko adalah penduduk dari Lingkungan Pencil, Kelurahan Wuryorejo, Wonogiri. Widodo asal Dusun Cinderejo, Jatisari, Jatisrono. Nur Kholis warga Lingkungan Cangkring Kidul, Kelurahan/Kecamatan Tirtomoyo.

Penahanan ketiga tersangka dilakukan setelah kasusnya dinyatakan P21 (lengkap). Berkas dilimpahkan Polres Wonogiri ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, Rabu (6/3/19). Sebelumnya, sejak terbongkar kasus pungli itu 2017 sampai kemarin, ketiganya tidak ditahan.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati dan Kasat Reskrim AKP Aditya Mulya Ramadhani, melalui Paur Subag Humas Polres Aipda Iwan Sumarsono, Kamis (7/2), menyatakan penahanaan tersangka disertakan penyerahan barang bukti daftar nominatif pemohon Porna dari 11 Desa. Jumlah pemohon 2.411 orang.

Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Wonogiri dan Kasi Pidsus memamerkan barang bukti kasus korupsi Prona | Foto Istimewa

Satu buku laporan akhir Prona 2016 Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wonogiri, Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ketiga TSK, SK pengangkatan Camat dan Sekcam Tirtomoyo. Berikut buku catatan penggunaan uang, buku register PPATS (Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara), tabel ploting penggunaan uang Pungli, dan uang tunai pengembalian dari 11 Kades berikut perangkat desa Rp 361.734.000.-

Kronologisnya, ketika itu ada pelaksanaan pensertifikatan tanah massal melalui Prona Tahun 2016 di Kecamatan Tirtomoyo. Polisi mendapat laporan ada pungli.

Pada tanggal 3 Januari 2017 dilakukan penyelidikan. Ditemukan ada pungli terhadap 2.411 pemohon Prona. Masing-masing dikenai Rp.750 ribu. Pelakunya Camat dibantu Sekcam Widodo dan Staf Umum Kantor Kecamatan Tirtomoyo. Hasil Pungli total sebesar Rp 1.808.250.000,- digunakan TSK untuk menguntungkan diri sendiri dan orang lain. Itu melanggar Pasal 11 dan 12 huruf E Undang-Undang (UU) Nomor: 31 Tahun 1990 Juncto UU Nomor: 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor.

Pada Tanggal 19 Mei 2017, penanganan kasus ditingkatkan menjadi ke tahap penyidikan. Ada 110 saksi diperiksa, plus seorang saksi ahli hukum pidana. Bulan September 2017, tiga orang ditetapkan sebagai TSK.

Tanggal 27 Oktober 2017 berkas dikembalikan karena belum lengkap. Tanggal 7 Januari 2019, berkas perkara ini dinyatakan lengkap atau P21. Tanggal 6 Februari 2019 TSK diserahkan serta BB kepada JPU.
Sayang, wartawan tidak berhasil mewancarai para TSK, juga pengacaranya. (baguss)