Dikeroyok Tawon ,Si Bolang Meninggal Dunia

0 1.301
Hasil pengambilan Madu Tawon | Foto Istimewa

INFOWONOGIRI.COM-EROMOKO-Untung takdapat diraih. Malang tak dapat ditolak. Nasib adalah misteri. Kesuksesan kegagalan adalah rahasia Allah. Seperti halnya kehidupan dan kematian. Pasti datang tampa diundang!

Seperti dialami pemuda bernama Adi Cipto Purwanto (28th) warga Dusun Duwet Rt 01 Rw 09 Desa Pasekan Kecamatan Eromoko. Adi sebut saja Si Bolang. Karena hari-harinya banyak berburu sarang lebah.

Namun perjalanan hidupnya terasa begitu cepat. Di usia yang tergolong muda, dia meninggal dunia pasca disengat lebah, ketika sedang berburu lebah. “Ribuan bahkan bisa jutaan tawonnya. Seluruh tubuhnya disengat. Mulai kepala, badan, tangan dan kakinya,” kata Kapolsek Eromoko Iptu Anom Prabowo SH mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Uri Naryanti Istiwidayati SIK.MSI

Kapolsek menjelaskan peristiwa terjadi Selasa (4/12/18) pukul 16.30 Wib. Kronologisnya, sore kemarin, Adi niat berburu lebah sendirian. Dalam perjalanan bertemu beberapa temanya. Adi diingatkan agar tidak sendiri. Lalu sepakat mengajak enam temannya, se-tim pemburu lebah.

Posisi sarang lebah di pohon kelapa di tegalan desa setempat. Saat mengunduh sarang tawon. Dia diserang tawon. Ratusan. Bahkan ribuan lebah. Karena itu dia bermaksud menyelamatkan siri dengan cara melorot dari pohon kelapa ketinggian lebih kurang 3 m.

Naah dia terjatuh tengkurap. Dagunya mengenai pelepah kelapa. Dia terluka pada dagu dan giginya tanggal.
Korban dilarikan ke Klinik Mulya Darma namun nyawanya tidak tertolong.

 

Saksi-saksi Supriyanto (45th) alamat Tempuran Kidul Desa Tempurharjo Eromoko. Wasito (30th) alamat Krakal Desa Tempurharjo Eromoko. Kanto (45th) Tempuran Tempurharjo Eromoko. Sudarto (30th) Tempuran Lor Tempurharjo Eromoko. Sutrisno (30th) Tempuran Tempurharjo Eromoko.

 

Menurut dr Lilik T anggota IDI Kabupaten Wonogiri, sengatan lebah bisa berakibat alegi. Karena tubuh tidak kuat akhirnya menjadi syok. Syok itu biasanya disebut syok anafilatik. Jika tubuh tidak kuat bisa menyebabkan kematian. Hal senada dikuatkan Ketu IDI Kabupaten Wonogiri dr H. Martanto. (baguss)