Duh, Guru Olahraga Diduga Cabuli 37 Siswi SD

0 2.922
Oknum guru itu berinisial S alias R

INFOWONOGIRI.COM – GIRIMARTO -Dunia pendidikan di Kecamatan Girimarto terguncang kasus cabul. Guncanganya terasa di kecamatan tetangga, bahkan sampai ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wonogiri.

Guncangan itu adalah terjadinya tindak pidana pencabulan yang diduga dilakukan oknum guru olahraga di sekolah dasar di UPT Disdikbud Kecamatan Girimarto.

 

Oknum guru itu berinisial S alias R yang mengajar olahraga di dua sekolah yang berbeda, sama – sama setingkat SD. Jumlah korban mencapai 37 anak, yaitu siswa kelas III, IV, V, dan VI.

 

Aktifis relawan menyebut, ada 35 korban anak yang teridentifikasi. Sedangkan sumber kepolisian menyebut ada 37 korban anak.

 

Dugaan perbuatan cabul dilakukan saat praktek pelajaran olahraga. Modusnya anak dilatih praktek kayang, bisikan berantai, bantuan pernapasan dan kuda-kuda beladiri.

 

Informasi seorang guru, relawan dan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-P3A) Kabupaten Wonogiri, pelaku berinisial S alias R usia sekira 50th alamat Girimarto.

 

Korbanya sebanyak 35 yang sudah teridentifikasi. Terdiri dari siswa kelas III, IV, V dan V di dua SDN di Kecamatan Girimarto. Sumber di kepolisian menyebut korban ada 37 anak. Dimungkinkan korban bisa bertambah.

 

Waktu kejadian saat praktek olahraga. Perbuatan itu telah berlangsung bertahun tahun. Karena itu diperkirakan jumlah korban lebih dari tersebut.

Terungkapnya kasus ini, berawal ketika sejumlah korban tidak mau bersekolah, dan atau tidak mau mengikuti pelajaran olahraga. Karena mengalami trauma. Bahkan saat tidur korban mengigau (ngelindur) menangis seperti ketakutan. Sebagian anak juga trauma tidak mau bertemu dengan guru olahraga berambut ikal itu.

 

“Satu persatu anak diajari kayang di kamar mandi. Posisi guru mengangkangi. Kedua tanganya memegangi punggung atau pinggul muridnya, terus ditarik-tarik ke atas sampai kemaluannya bersentuhan,” kata guru sambil memraktekan, dan meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Modus lain anak anak diajari bisikan berantai. Tetapi guru itu sambil mencium pipinya. Juga diajari pemberian nafas bantuan. Guru itu mencium bibirnya. Atau melatih anak kuda-kuda ilmu beladiri.

“Semua praktek olahraga yang diajarkan guru itu tidak ada dalam pelajaran olahraga siswa SD,” kata Kepala DPPKB-P3A melalui Kabid PP-PA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Rodiah didampingi Ririn Riadiningsih, anggota tim P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak).

Lantaran trauma berat, anak idak mau bersekolah. Lalu bercerita kepada orang tuanya dan guru sekolah. Satu persatu korban membuat pengakuan yang mirip.

Lantas masalah itu Gempar dari mulut ke mulut, dan melalui media sosial. Kemudian dilaporkan ke pihak berwajib.

Kapolres Wonogiri AKBP Muhammad Tora SH.SIK sudah dikonfirmasi melalui WA, namun belum terjawab. Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Muhammad Kariri telah didatangi dan dikonfirmasi, namun belum berkenan menyampaikan statemen.

Kepala Disdikbud Kabupaten tidak ada di tempat. Kabid PTK Sri Mulyati dan PTK SD Marmi sudah dikonfirmasi. Keduanya keberatan memberikan keterangan. “Langsung ke Kepala Dinas atau ke Polres, karena sudah ditangani Kapolres,” kata Sri Mulyati. (baguss)