Kisah Sukses Seorang Kadus -2

0 67
Tukimin dan Harni di lokasi pembuatan pupuk organik Rukun Tani Makmur | Foto : Bagus

infowonogiri.com – SELOGIRI – Di Dusun Ngawen RT 01 RW 02 Desa Sendang Ijo Kecamatan Selogiri ada seorang tokoh masyarakat kampung, yang cukup dikenal. Dia dikenal tidak hanya oleh penduduk Desa sekitar, tetapi telah dikenal luas sampai di luar wilayah Desa dan Kecamatan. Bahkan dikenal sejumlah Pejabat Wonogiri.

Bekatul beras organik, juga dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi dan unggas. Dari sapi yang dipelihara itu menghasilkan kotoran, tletong dan air kencing. Kotoran itu kemudian diproduksi menjadi pupuk organik. Urin sapi sebagai bahan PPC (pupuk cair organik) mengandung peptisida organik yang bisa dimanfaatkan untuk menghalau hama.

Tentunya melalui proses panjang, antara lain fermentasi. Bahan bahan lain yang digunakan adalah kotoran ayam, doromit -bahan untuk menetralkan tanah dan pospat, molase tetes tebu dan M4 sejenis zat mikroba untuk menetralkan dan menghilangkan bau tletong dan air kencing sapi.
Waktu fermentasi membutuhkan selama 7 – 10 hari di bawah suhu 40-50 derajat celcius. Baru pupuk dapat dimanfaatkan. Alat modern yang digunakan adalah Pan Parabola untuk memproduksi pupuk granul. Bahan lain yang digunakan adalah Doromit (zat kapur) warna putih dari Pracimantoro, dan pospat dari Ponjong Gunungkidul DIY.
Berkat ketekunannya, Tukimin mendapat perhatian Disperindagkop dan UMKM Wonogiri. Tahun 2002 mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) “Rukun Tani” di Desa Sendangijo. Lembaga itu kini telah dikokohkan di Jakarta dan telah berbadan hukum bernama CV Rukun Tani Makmur (CV. RTM).[bersambung][bagus@infowonogiri.com]