Biayai Kuliah Dua Anak Dengan Berjualan Kue Leker

0 76

infowonogiri.com-WONOGIRI-Nama saya Bagyo. Umur saya 45 tahun. Saya tinggal di Lingkungan Pokoh Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri. Sehari-hari saya berjualan kue leker keliling. Berjualan kue leker ini sudah saya tekuni sejak 10 tahun yang lalu.

Wah lama sekali ya pak? Ya. Itu saya tekuni sejak anak saya yang kedua duduk di kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Sekarang anak saya sudah kuliah Smt VI di Jogjakarta. Anak saya yang pertama sudah kuliah Smt VIII di luar Jawa, karena diterima di Perguruan Tinggi Negeri di Sumatera.

Waah anak-anaknya bapak kuliah semua? Jualan kue leker bapak kuliahin anak, yang bener pak? Betul! Banyak orang yang tidak percaya. Termasuk saudara (wartawan ini) yah? Tetapi faktanya itulah yang terjadi. Saya bisa menyekolahkan anak justru hanya dengan berjualan kue leker.

Banyak orang diantaranya Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga tidak percaya, pedagang leker seperti saya bisa menguliahkan anak-anaknya. Padahal banyak PNS sembari bekerja sampingan –buka toko misalnya-, atau berdagang lain tapi tidak “mampu” menguliahkan anaknya.

Saya alhamdulillah bisa. Orangpun banyak yang mengacungi jempol ketika mengetahui saya dan latar belakanag keluarga saya. O ya istri saya namanya Panikem (44). Istri saya hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa.

Sebelum bekerja berdagang kue leker keliling melanglang buana sebagai karyawan dari pabrik ke pabrik. Mau tahu? Sebelum berjualan kue leker keliling, saya berkerja di perusahaan pengeboran, juga pernah bekerja di pabrik tekstile dan proyek pembangunan.

Ternyata dari pekerjaan yang pernah saya alami paling enak berjualan leker keliling seperti ini. Karena saya bisa mengatur waktu sendiri. Waktu untuk jualan, waktu untuk shalat, waktu untuk bermasyarakat, saya yang mengatur semuanya.

Paling enak berjualan kue leker, ibadah saya menjadi tenang. Soal hasil dari berjualan leker, tidak banyak, memang. Namun mendapatkan banyak atau sedikit itu relatif. Intinya yang penting mensyukuri apa yang didapatkan.

Saya tidak pernah takut kekurangan. Karena saya yakin dengan janji Allah, siapa yang menegakkan agama-Nya pasti akan dicukupi kebutuhannya di dunia dan di akherat. Itu saya sudah membuktikan sendiri.

Dengan berjualan kue leker kebutuhan saya selalu tercukupi. Selalu pas. Pas anak saya pulang -dua minggu sekali- pas saya punya uang. Pas istri butuh uang belanja untuk dapur, pas saya ada uang. Pas musim jagong, pas punya uang. Tetapi ya itu hanya pas-pasan saja. Tidak pernah tersisa, apalagi sampai menabung. (bagus@infowonogiri.com)